Hamil 10 minggu apakah perut sudah keras?

Halodoc, Jakarta – Selama menjalani masa kehamilan, umumnya wanita akan mengalami banyak perubahan. Mulai dari perubahan fisik hingga masalah kesehatan. Salah satunya adalah perubahan perut yang akan semakin membesar dan menonjol.

Pada trimester pertama, biasanya tonjolan perut atau dikenal juga dengan istilah baby bump memang begitu terlihat. Namun pada trimester dua dan tiga, baby bump tentu akan terlihat sangat jelas. Ini karena janin berkembang semakin membesar dalam rahim.

Baca juga: Hal yang Terjadi pada Otak saat Hamil

Dengan berkembangnya bayi dalam kandungan tentu akan membuat perut ibu terasa semakin keras pada tiap semesternya. Sebaiknya ibu jangan khawatir, karena ini adalah hal yang normal pada masa kehamilan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika ibu memiliki perut yang keras selama masa kehamilan.

Berikut adalah alasan mengapa perut ibu terasa keras selama masa kehamilan.

1. Uterus

Bayi berkembang dalam rahim yang berada di rongga panggul antara kandung kemih dan rektum. Tentu hal ini akan bertambah besar seiring berkembanganya bayi dalam kandungan. Ini yang biasanya membuat perut terasa kencang, karena adanya tekanan pada perut. Biasanya ini juga terjadi pada awal-awal kehamilan atau trimester pertama.

2. Perkembangan Pada Kerangka Janin

Biasanya perut yang mengeras akibat berkembangnya kerangka pada janin saat kehamilan memasuki trimester dua. Bayi yang berkembang lebih besar juga akan membuat perluasan tempat pada rahim yang membuat perut menjadi lebih kencang dan berisi.

3. Sembelit

Selain perkembangan bayi dalam kandungan, perut keras juga bisa disebabkan oleh sembelit. Sebaiknya ibu hamil banyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan serat dalam tubuh. Dengan begitu, ibu hamil akan terhindar dari sembelit dan pencernaan menjadi lancar.

4. Kontraksi

Biasanya ketika memasuki usia kehamilan trimester kedua dan tiga, ibu akan mengalami kontraksi palsu. Kontraksi palsu ini juga bisa mengakibatkan perut ibu menjadi keras dan kencang. Sebaiknya, ibu mengenal rasa kontraksi palsu dan kontraksi yang sesungguhnya dengan meminta informasi dari dokter.

5. Pergerakan Bayi

Pada kehamilan trimester ketiga, biasanya perut yang kencang disebabkan oleh pergerakan bayi dalam rahim. Biasanya pada saat bayi berganti posisi atau menendang-nendang perut ibu, maka perut akan terasa kencang. Tentu hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Pergerakan bayi yang normal menandakan bahwa bayi sehat dalam kandungan.

Waspada Perut Kencang Tanda Keguguran

Pada usia kehamilan trimester pertama atau yang disebut usia 3 bulan pertama kehamilan (0-12 minggu), biasanya perut belum terlalu keras. Pada usia kehamilan ini, rahim sudah mulai berkembang dan meregang. Bayi pun akan cepat berkembang di usia ini, sehingga perut terkadang terasa sangat kencang.

Jika perut ibu terasa keras disertai rasa nyeri seperti mau menstruasi dan disertai bercak darah, sebaiknya ibu segera periksa kesehatan ibu dan kandungan ke dokter. Ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti keguguran.

Baca juga: Ini Dia 5 Jenis Kontraksi Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Jika ibu mengalami perut yang mengeras ketika masa kehamilan, sebaiknya ibu tidak khawatir. Untuk masalah nutrisi, jangan lupa untuk mengonsumsi makanan sehat dan minum air yang cukup untuk kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai kesehatan ibu hamil, ibu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui aplikasi App Store atau Google Play!

Perut kencang saat hamil muda kerap membuat Bumil khawatir, padahal kondisi tersebut umum terjadi dan tidak selalu berbahaya. Akan tetapi, bila perut kencang yang dialami juga disertai dengan keluhan lain, Bumil tetap perlu waspada ya.

Pada sebagian besar kehamilan, munculnya keluhan perut kencang saat hamil muda bukanlah hal yang berbahaya. Namun, tidak ada salahnya bila Bumil tetap mewaspadai keluhan ini dengan berkonsultasi ke dokter kandungan.

Terlebih jika perut Bumil terasa sangat kencang dan menyakitkan atau jika keluhan ini sering terjadi (hingga 4 kali atau lebih dalam 1 jam) dan disertai gejala lain, seperti perdarahan dari vagina dan tubuh terasa lemas.

Penyebab Perut Kencang Saat Hamil Muda yang Umum Terjadi

Perut kencang saat hamil muda umumnya disebabkan oleh dorongan otot perut akibat rahim yang sedang berkembang sehingga perut menjadi terasa kencang.

Selain itu, perut kencang saat hamil muda juga dapat disebabkan beberapa hal, seperti:

1. Nyeri ligamen (round ligament pain)

Round ligament adalah jaringan yang membantu menyokong rahim. Jaringan ini terhubung dari sekitar rahim hingga lipat paha.

Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, ukuran rahim Bumil pun akan ikut bertambah. Hal ini menyebabkan ligamen-ligamen tersebut ikut meregang dan menimbulkan rasa tidak nyaman berupa nyeri.

2. Konstipasi

Perut kencang saat hamil muda juga bisa disebabkan karena ibu hamil mengalami konstipasi atau sembelit dan perut kembung. Pada saat hamil, kadar hormon kehamilan, seperti hormon progesteron, akan meningkat dan membuat pencernaan Bumil melambat.

Perut yang terasa kencang dan kembung karena konstipasi bisa Bumil atasi dengan cara mengonsumsi makanan yang banyak mengandung serat, seperti buah dan sayuran, tetap aktif bergerak dan rutin olahraga, serta cukup minum air putih.

3. Kram

Kram bisa juga menjadi tanda-tanda awal kehamilan pada sebagian wanita. Kram terjadi ketika hamil muda karena pada saat itu sel telur yang telah dibuahi sedang mencoba melekat di dinding rahim.

Selain itu, perut kencang saat hamil muda yang disebabkan karena kram juga dapat terjadi ketika usia kehamilan Bumil menginjak trimester kedua. Hal ini dikarenakan otot rahim akan bekerja keras untuk menjaga kehamilan tetap sehat.

Pada saat-saat tertentu selama kehamilan, seperti ketika menahan buang air kecil atau melakukan senam, otot rahim yang sudah kencang menjadi lebih mudah mengalami kram.

4. Berhubungan seks saat hamil

Bumil juga bisa merasakan perut kencang saat hamil muda setelah berhubungan seks. Saat Bumil mencapai orgasme, otot-otot akan bereaksi dan berpengaruh pada vagina serta rahim sehingga menimbulkan kram. Pada saat inilah perut Bumil bisa terasa kencang.

Beberapa Penyebab Perut Kencang Saat Hamil Muda yang Perlu Diwaspadai

Meski biasanya tidak berbahaya, rasa nyeri atau perut kencang saat hamil muda juga bisa disebabkan oleh kondisi yang lebih serius, seperti:

Kehamilan ektopik

Kondisi ini terjadi ketika embrio atau bakal janin tidak menempel di dinding rahim, melainkan di bagian lain, seperti tuba falopi. Umumnya, ibu hamil yang menderita kehamilan ektopik akan merasa sakit yang cukup parah dan perdarahan dari vagina pada usia kehamilan 6–10 minggu.

Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan perdarahan parah yang berpotensi membahayakan nyawa ibu hamil.

Keguguran

Rasa tidak nyaman pada perut atau perut yang terasa kencang saat hamil muda juga bisa juga muncul karena keguguran spontan. Kondisi ini biasanya terjadi pada kehamilan yang usianya di bawah 13 minggu.

Ibu hamil yang mengalami keguguran biasanya akan merasakan perut kencang yang semakin lama semakin kuat, nyeri perut menjalar hingga ke bagian punggung, dan pendarahan dari vagina yang disertai keluarnya gumpalan darah dan jaringan.

Infeksi saluran kemih

Penyebab lain munculnya keluhan perut kencang saat hamil muda yang perlu diwaspadai adalah infeksi saluran kemih (ISK). Kondisi ini biasanya muncul beserta gejala lain, seperti nyeri atau perih saat buang air kecil, demam, dan urine yang berbau tidak sedap.

Selain itu, perut terasa kencang saat hamil muda juga bisa disebabkan oleh kondisi medis lainnya, seperti batu ginjal dan usus buntu. Terkadang, gejala tersebut hanya dapat menyebabkan keluhan berupa rasa sakit yang menyerupai sakit perut pada umumnya.

Pada dasarnya, perut terasa kencang saat hamil muda dapat reda dengan sendirinya dan tidak disertai gejala lain yang berbahaya, baik bagi ibu hamil maupun janin.

Namun, jika perut kencang yang dialami Bumil semakin lama semakin berat, semakin sering muncul, atau disertai keluhan lain, seperti, mual dan muntah, demam, atau perdarahan dari vagina, Bumil sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Terakhir diperbarui: 14 April 2020

Kenapa hamil 10 minggu perut masih lembek?

Perkembangan dan posisi janin di dalam kandungan masih bertumbuh. Proses ini juga berbeda bagi setiap Mom, ada yang berpindah posisi dan terus bergerak, ada yang bergerak dengan lambat. Nah, kondisi ini memungkinkan kondisi perut Mom masih terasa lembek dan tidak keras membesar.

Sebesar apa perut ibu hamil 10 minggu?

Perubahan dalam Tubuh Ibu pada Usia 10 Minggu Kehamilan Bila sebelum ibu hamil, rahim hanya sebesar ukuran buah pir kecil, pada usia 10 minggu kehamilan, rahim ibu akan berkembang menjadi sebesar jeruk bali.

Berapa bulan perut mulai mengeras?

Biasanya, perut mengeras dirasakan ibu hamil pada usia 5 bulan atau sekitar minggu ke-20 kehamilannya. Sehingga menurut dr. Jennie Mao, area perut bagian bawah juga mungkin mulai terasa mengeras.

Apa yang di rasakan ibu hamil 10 minggu?

Janin 10 minggu sebesar apa? Di masa kehamilan ini, janin sudah semakin besar, dan kini panjangnya bisa mencapai sekitar 3,5-4 cm dan berat sekitar 4 gram atau sebesar buah strawberry. Bentuk janin 10 minggu juga sudah mulai berubah, yang tadinya hanya terlihat seperti gumpalan kecil, kini sudah lebih menyerupai bayi.

Postingan terbaru

LIHAT SEMUA