Apa tujuan dari teks yg berjudl tsunami

Struktur Teks Eksplanasi-  Jadi, secara sederhana eksplanasi sebagai teks dapat diartikan sebagai teks yang berisi penjelasan atau gambaran tentang suatu hal. Namun, secara khusus telah disepakati bahwa pengertian Teks Eksplanasi adalah teks yang berisi uraian tentang berbagai fenomena yang terjadi di sekitarnya.

Definisi Struktur Teks Eksplanasi

Yang dimaksud dengan teks eksplanasi Fenomena yang dijelaskan dalam teks eksplanasi, misalnya fenomena alam, sosial, budaya, dll. Sesuai dengan asal kata, deskripsi yang diberikan dalam teks eksplanasi adalah deskripsi yang memberikan penjelasan atau deskripsi tentang sesuatu yang disertai dengan ini juga merupakan fungsi sekaligus ciri utama dari jenis teks ini.

Pengertian Teks Eksplanasi Menurut Para Ahli

Bagian pernyataan umum berisi informasi singkat tentang apa yang dicakup. Bagian ini merupakan penutup dari teks eksplanasi yang mungkin ada atau mungkin tidak ada.

Tujuan Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi dapat diibaratkan sebagai teks yang menceritakan tata cara atau proses terjadinya suatu fenomena. Namun, sebab atau akibat adalah kumpulan fakta menurut penulisnya. Dari teks-teks tersebut, diharapkan pembaca dapat memahami proses suatu peristiwa kausal sejelas mungkin. Dalam teks eksplanasi, penulis menggunakan banyak fakta yang berfungsi sebagai sebab atau akibat dari suatu peristiwa. Bahkan dapat dikatakan bahwa hampir semua teks eksplanasi adalah fakta.

Ciri-ciri Teks Eksplanasi

  1. Semua informasi yang disajikan dalam teks didasarkan pada fakta “faktual” tanpa tambahan pendapat dari penulis.
  2. Jenis teks ini informatif dan tidak berusaha mempengaruhi pembaca untuk mempercayai hal-hal yang sedang dibahas.
  3. Struktur teks terdiri dari tiga jenis, yaitu pernyataan umum, urutan penjelasan atau kausal dan interpretasi.
  4. Penjelasan dalam teks ini menggunakan penanda urutan, seperti pertama, kedua, ketiga dan seterusnya.

Struktur Teks Penjelasan:

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya dalam teks eksplanasi, terdapat 3 struktur yang membangun teks ini sehingga menjadi satu kesatuan, sedangkan struktur teks eksplanasi adalah sebagai berikut:

Pernyataan umum

Bagian pernyataan umum berisi penjelasan umum tentang suatu topik atau peristiwa yang sedang dibahas, dan pernyataan umum ini dapat berupa pengantar atau penjelasan singkat tentang suatu peristiwa atau fenomena.

Penafsiran

Tafsir merupakan teks penutup dan bukan merupakan keharusan, pada bagian tafsir ini menjelaskan intisari atau kesimpulan dari pernyataan umum dan penjelas dari topik yang dibahas.

Aturan Bahasa Teks Penjelasan

Teks eksplanasi memiliki unsur kebahasaan yang unik dan berbeda dengan jenis teks lainnya, adapun beberapa kaidah kebahasaan teks eksplanasi adalah sebagai berikut:

  1. Pembahasan topik lebih fokus pada hal-hal umum yang generik daripada partisipan manusia, misalnya gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami, badai dan lain-lain.
  2. Dalam penulisan, istilah ilmiah harus digunakan.
  3. Dalam penulisannya harus menggunakan passive voice.
  4. Penulisannya lebih sering menggunakan verba dan verba relasional verba aktif.
  5. Penulisannya banyak menggunakan konjungsi kausal dan waktu, misalnya sebelum, pertama, jika, lalu, jadi.
  6. Penulisan eksplanasi bertujuan untuk membenarkan bahwa sesuatu yang dijelaskan secara kausal benar-benar ada.

Jenis-jenis Teks Eksplanasi

  1. Penjelasan Sekuensial Yaitu jenis penjelasan yang menjelaskan secara rinci suatu fenomena, seperti urutan siklus rantai makanan.
  2. Penjelasan kausal Yaitu jenis penjelasan yang menjelaskan tentang asal mula atau penyebab terjadinya suatu perubahan secara berangsur-angsur, misalnya proses terjadinya longsor.
  3. Penjelasan Teoritis Yaitu jenis penjelasan yang mengandung spekulasi tentang kemungkinan yang dapat terjadi dibalik suatu fenomena alam, misalnya letusan Gunung Merapi, bencana alam bencana lainnya dapat terjadi.
  4. Penjelasan Faktorial Yaitu jenis penjelasan yang menjelaskan akibat dan akibat dari suatu proses, seperti pengaruh penjajahan.

Apa Sih Ciri- Ciri Bahasa Teks Eksplanasi?

Ciri-Ciri Bahasa Teks Eksplanasi

Berdasarkan kebahasaan secara umum, teks eksplanasi sama dengan kaidah-kaidah dalam teks prosedur. Karena objek yang dijelaskannya berupa fenomena, tidak berbentuk pribadi (partisipasi non manusia), dalam teks eksplanasi itu ditemukan banyak kata kerja pasif.

Baca Juga : Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif & Kualitatif Beserta Tekniknya, Dibahas Secara Lengkap!

Di dalam teks itu pun banyak kata teknis atau peristilahan, sesuai dengan topik yang dibahasnya. bila topiknya tentang kelahiran, istilah-istilah biologi yang muncul. Jika topiknya tentang fenomena fenomena BBM sering muncul, istilah ekonomi dan sosial akan muncul.

TEKS MEMBUAT EKSPLANASI

Pola Pengembangan Sebab Akibat

Pengembangan teks eksplanasi dapat menggunakan pola sebab akibat. Namun demikian, dapat juga terbalik. Masalah sebab akibat sebenarnya sangat dekat dengan proses.

Pola Pengembangan Proses

Proses merupakan urutan dari tindakan-tindakan atau tindakan-perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu atau berurutan dari suatu kejadian atau peristiwa.

  1. Mengetahui perincian-perincian secara menyeluruh.
  2. Membagi proses tersebut menurut tahap-tahap kejadian.

Menulis Teks Eksplanasi Berdasarkan Struktur dan Kebahasaan, Adapun langkah-langkah penyusunannya adalah sebagai berikut : Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi teks eksplanasi.

Contoh:

  1. Paling depan para siswi.
  2. Memainkan mayoret.
  3. melakukan koreografi.
  4. Para penonton berjubel.
  5. Diikuti marching band.
  6. Pelajar menempelkan tulisan hak-hak remaja.
  7. Pelajar berselimut spanduk berisi tanda tangan pelajar.

Contoh:

  1. Memainkan mayoret.
  2. melakukan koreografi.
  3. Diikuti marching band.
  4. Pelajar menempelkan tulisan hak-hak remaja.
  5. Pelajar berselimut spanduk berisi tanda tangan pelajar.

Contoh Pengembangan Paragraf Untuk Teks Eksplanasi?

Pengembangan Paragraf Untuk Teks Eksplanasi

Kalimat yang bercetak miring merupakan kalimat tambahan yang bekerja sebagai pengikat sekaligus gagasan umum itu. Menyunting teks eksplanasi yang ditulis teman. tujuan untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan yang mungkin ada dalam teks itu, misalnya tentang:

  1. Isi teks
  2. Struktur
  3. Kaidah kebahasaan
  4. Ejaan atau tanda bacanya

Contoh Teks Eksplanasi

Pengangguran

Bukan hanya di Indonesia, permasalahan ini ditemukan di hampir semua negara. Secara umum, banyak yang berpendapat bahwa secara umum adalah orang dewasa yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, atau tidak memiliki pekerjaan secara formal dan tidak mendapatkan penghasilan.

Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) secara spesifik memberikan definisi tentang gerakan-gerakan tersebut; orang-orang yang bekerja kurang dari 1 jam setiap minggu. Ada beberapa faktor yang sangat mendasar yang menjadi penyebab terjadinya gerakan. Pengangguran juga dapat disebabkan oleh adanya perubahan struktur dalam perekonomian.

Baca Juga : Beragam Jurusan SMK Lengkap dan Perbedaannya Dengan SMA

Sehingga kualifikasi yang dimiliki oleh pencari kerja tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada. Dan yang sering juga terjadi adalah gerakan yang disebabkan oleh pemutusan hubungan kerja karyawan dan buruh. Akibat terjadinya, yaitu timbulnya berbagai masalah ekonomi dan sosial bagi yang dialaminya.

Orang yang bukan aku memiliki mata uang juga tidak mendapatkan penghasilan, dan tidak dapat membelanjakan uang untuk membeli barang kebutuhan hidup. Bila jumlah penganggur banyak pasti, akan timbul munculnya sosial, jumlah gelandangan meningkat pesat, selanjutnya mungkin timbul kriminal. Maka sudah jelas bahwa isu-isu besar yang harus segera dicarikan solusi.

Langkah nyata yang dapat dicapai adalah dengan memperbaiki kondisi lapangan kerja. Dengan meningkatkan kondisi kerja, kekerasan sosial akibat bantuan lapangan dapat dikurangi atau diatasi. Selain itu, memperbaiki penampilan lulusan sarjana yang dihasilkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

Langkah yang lebih baik lagi adalah jika kita mampu memberikan keterampilan yang memadai untuk usia kerja mereka sehingga dapat menciptakan lapangan kerja sendiri. Semua langkah ini harus segera kita ambil agar masalah segera terselesaikan.Demikian penjelasan tentang struktur Teks Eksplanasi semoga bermanfaat, terima kasih.

Pengertian teks Eksplanasi – Apakah kamu pernah membaca atau bahkan membuat teks yang berisi tentang proses terjadinya suatu hal? Misalnya proses terjadinya fenomena atau suatu bencana alam di Indonesia. Itulah yang dinamakan teks eksplanasi.

Definisi teks eksplanasi secara umum, teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ kejadian-kejadian alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya yang dapat terjadi. Kejadian yang ada di sekitar kita yang memiliki hubungan sebab akibat dan proses biasanya ditulis dengan teks eksplanasi.

Kejadian atau peristiwa yang terjadi di teks eksplanasi tidak hanya diamati serta dirasakan, tetapi juga sekaligus dijadikan pembelajaran sehingga pembaca mengetahui mengapa kejadian tersebut bisa terjadi.

Teks eksplanasi ini memiliki ciri-ciri di antaranya struktur teks yang terdiri dari pernyataan umum dan memiliki sebab akibat serta interpretasi.

Pengertian Teks Eksplanasi dari Beberapa Sumber

Pengertian teks eksplanasi secara harfiah telah dijelaskan di atas, akan tetapi ada beberapa ahli atau sumber yang memiliki pendapat tentang pengertian teks eksplanasi.

Berikut ini, pengertian teks eksplanasi menurut beberapa ahli.

1. Kosasih (2014:178)

Menurut Kosasih, teks eksplanasi bisa dikaitkan dengan genre teks. Pengertian teks eksplanasi adalah satu teks yang menjelaskan tentang suatu proses atau peristiwa mengenai asal-usul, proses, atau perkembangan suatu fenomena atau mungkin berupa peristiwa alam, sosial, atau budaya.

2. Barwick (2007:50)

Sementara itu, Barwick berpendapat bahwa teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses dan alasan sesuatu di dunia bisa terjadi.

3. Anderson & Anderson (2000:80)

Kemudian menurut Anderson & Anderson, teks eksplanasi merupakan teks yang memiliki tujuan untuk menjelaskan fenomena yang terjadi di dunia.

4. Restuti (2013:85)

Restuti menuturkan argumen tentang teks eksplanasi yakni teks eksplanasi merupakan sebuah teks yang menerangkan atau menjelaskan mengenai proses atau fenomena alam maupun sosial.

5. Mahsun (2013:189)

Mahsun mengungkapkan teks eksplanasi disusun dengan struktur yang terdiri atas bagian-bagian yang memperlihatkan pernyataan umum (pembukaan), deretan penjelasan (isi), dan interpretasi atau penutup.

6. Suherli (2017:64)

Menurut Suherli, teks eksplanasi merupakan kaidah kebahasaan yang diterangkan dengan mengandung banyak konjungsi kausalitas maupun kronologis.

7. Definisi Teks Eksplanasi Menurut Bahasa

Sementara itu, menurut bahasa teks eksplanasi terdiri dari kata eksplanasi yang berasal dari gabungan dua kata, yakni teks dan eksplanasi. Teks artinya tulisan yang panjang dan eksplanasi berasal dari bahasa Inggris “explain” yang artinya menjelaskan.

Makna teks eksplanasi secara keseluruhan yakni sebuah teks yang fungsinya memperjelas sesuatu hal yang terjadi dan bisa berupa apa saja.

Sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa teks eksplanasi adalah jenis teks yang menjelaskan proses atau alasan sesuatu dapat terjadi. Kejadian yang terjadi bisa berupa peristiwa alam, insiden sosial, maupun budaya.

Tujuan Teks Eksplanasi

Dibuatnya teks eksplanasi pasti memiliki tujuan. Tujuan teks eksplanasi secara garis besar adalah teks tersebut mampu menjelaskan fenomena yang terjadi dan menjelaskan sebab akibat suatu peristiwa.

Selain menjelaskan proses terjadinya suatu peristiwa, teks eksplanasi juga menjelaskan sebab dan akibat suatu peristiwa. Pembahasannya biasanya meliputi alasan mengapa peristiwa itu terjadi dan apa akibat yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut. Itulah mengapa teks eksplanasi kemudian disebut sebagai kumpulan berbagai informasi yang berisi fakta.

Ciri-ciri atau Karakteristik Teks Eksplanasi

Untuk membedakan apakah suatu teks merupakan teks eksplanasi atau bukan, maka harus mengetahui ciri-ciri teks eksplanasi. Di bawah ini merupakan ciri-ciri teks eksplanasi.

1. Terdiri dari beberapa paragraf

Teks eksplanasi tidak hanya terdiri dari satu atau dua kalimat saja, tetapi terdiri dari beberapa paragraf untuk menjelaskan sebuah fakta yang ingin disampaikan.

2. Setiap paragraf mengusung sebuah topik

Setiap paragraf memiliki sebuah topik atau pokok pikiran yang mendukung fakta-fakta antar paragraf.

3. Kalimat yang mengisi setiap paragraf berupa fakta

Bukan hanya sebuah tulisan yang berisi opinin saja, paragraf yang ditulis itu berisi sebuah fakta-fakta yang bersumber dari sebuah data atau penelitian.

4. Informasi yang dimuat faktual

Informasi yang dimuat di teks eksplanasi merupakan informasi faktual atau berdasarkan fakta yang terjadi.

5. Bersifat keilmuan

Hal yang dibahas di dalam teks eksplanasi bersifat keilmuan. Atau hal yang ada di dalam teks eksplanasi merupakan suatu informasi yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan.

6. Informatif

Teks eksplanasi sifatnya informatif. Teks di dalam teks eksplanasi biasanya tidak berusaha memengaruhi pembaca untuk percaya pada informasi yang dibahas, tetapi tetap disajikan secara informatif.

7. Fokus pada hal umum

Teks eksplanasi biasanya berfokus pada hal umum atau generik dan bukan partisipan manusia. Contohnya yakni bencana alam tsunami, banjir, gempa bumi, hujan, dan lainnya yang tidak hanya berfokus pada satu manusia saja, tetapi secara menyeluruh.

8. Dirangkai secara terstruktur

Fakta yang dirangkai di dalam teks eksplanasi dirangkai dengan pola kronologis atau berdasarkan urutan waktu atau secara kausalitas atau sebab akibat.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Tentu saja dalam menyusun teks eksplanasi, tak hanya ciri-ciri saja yang diperhatikan. Penggunaan kaidah kebahasaan dalam teks eksplanasi juga harus diperhatikan.

1. Konjungsi kausalitas

Dalam teks eksplanasi, kebahasaan yang diusung harus sesuai dengan kaidah konjungsi kausalitas. Konjungsi kausalitas pada teks eksplanasi di antaranya ada sebab, karena dan sehingga.

2. Konjungsi kronologis

Dalam teks eksplanasi juga menggunakan konjungsi kronologis yakni hubungan waktu terjadinya suatu peristiwa, seperti kemudian, lalu, atau setelah itu.

3. Kata benda jenis fenomena

Dalam menyusun teks eksplanasi, penulis juga harus menggunakan kaidah kebahasaan yakni menggunakan kata benda jenis fenomena.

4. Penggunaan kata teknis

Selain kata benda jenis fenomena, teks eksplanasi juga harus menggunakan kata teknis. Contoh kata teknis antara lain ekosistem, fotosintesis, ekologi, dan masih banyak lagi.

Struktur Teks Eksplanasi

Suatu teks bisa dikategorikan sebagai teks eksplanasi juga memiliki struktur teks yang memang sesuai dengan struktur teks eksplanasi. Dan berikut ini adalah struktur teks eksplanasi.

1. Pernyataan umum

Dalam teks eksplanasi harus memuat pernyataan umum. Pernyataan umum dalam sebuah teks eksplanasi menjelaskan tentang gambaran umum fenomena atau peristiwa alam yang akan dibahas. Biasanya bisa mengangkat poin mengenai proses bagaimana fenomena atau peristiwa alam bisa terjadi.

2. Urutan sebab akibat

Struktur teks eksplanasi yang baik juga memuat urutan sebab akibat. Secara umum saat membahas fenomena harus disusun berdasarkan penyebab dan akibat yang ditimbulkan dari fenomena tersebut. Penulis bisa melakukan deskripsi dalam beberapa paragraf terkait sebab dan akibatnya.

Paragraf yang terkait dengan sebab akibat pada teks eksplanasi kemudian disebut dengan deretan penjelas.

3. Interpretasi

Dalam sebuah teks eksplanasi, dibutuhkan interpretasi. Interpretasi dalam teks eksplanasi merupakan penarikan kesimpulan. Kemudian penulis bisa memberi tanggapan atau pernyataan terkait fenomena yang telah disusun tersebut.

Jika tiga aspek struktur teks eksplanasi di atas lengkap di dalam sebuah teks, maka teks tersebut sudah bisa disebut sebagai teks eksplanasi.

Pengertian Teks Eksplanasi Ilmiah

Masih dalam cakupan teks eksplanasi, sebuah teks eksplanasi dibagi menjadi beberapa jenis, salah satunya teks eksplanasi ilmiah. Teks eksplanasi ilmiah biasanya menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena alam atau sosial.

Di dalam teks eksplanasi ilmiah, terdapat berbagai macam topik yang dibahas, termasuk hal-hal ilmiah yang dijelaskan di dalam teks eksplanasi ilmiah.

Menurut buku Arif Cerdas SD/MI Kelas 6 yang ditulis oleh Tim Arif (2019), teks eksplanasi ilmiah menjelaskan suatu proses yang bersifat ilmu pengetahuan alam. Misalnya suatu teks yang menjelaskan tentang gejala alam, terjadinya pelangi, proses arus listrik, dan masih banyak lagi.

Kemudian, teks eksplanasi ilmiah berfungsi untuk memberikan penjelasan kepada pembaca tentang proses terjadinya suatu peristiwa yang disusun berdasarkan sebab akibat. Oleh sebab itu, teks eksplanasi terutama teks eksplanasi ilmiah bukan hanya fiksi atau karangan belaka, tetapi memang memiliki informasi yang berdasarkan fakta atau peristiwa yang nyata.

Di dalam teks eksplanasi ilmiah, terdapat istilah atau bahasa ilmiah yang digunakan. Isi teks eksplanasi ilmiah sifatnya informatif tetapi tidak berusaha memengaruhi pembaca agar percaya pada tulisan yang dibahas.

Cara Menyusun Teks Eksplanasi

Sama dengan menulis teks lainnya, menulis teks eksplanasi bukan hal yang sulit. Penulis harus lebih dulu memahami dan membaca dengan teliti tentang hasil penelitian dan fakta-fakta pendukung lain terkait proses bagaimana sebuah fenomena terjadi. Oleh sebab itu, ada hal yang dilakukan oleh penulis sebelum menyusun teks eksplanasi.

Berikut ini, langkah-langkah menyusun teks eksplanasi agar menjadi teks yang baik dan informatif.

1. Menentukan kejadian atau fenomena yang ditulis

Sebelum menulis teks eksplanasi, penulis harus sudah menentukan kejadian atau fenomena apa yang akan dituangkan dalam sebuah tulisan. Dengan merencanakan objek atau topik yang akan ditulis di dalam teks eksplanasi, maka penulis dapat mengira-ngira informasi apa saja yang dibutuhkan dan sumber apa yang bisa digunakan sebagai rujukan.

2. Mencari informasi tentang peristiwa

Setelah menentukan kejadian atau fenomena, sebelum menulis teks eksplanasi penulis harus mencari informasi yang detail mengenai peristiwa tersebut. Langkah ini menjadi langkah yang paling penting dan krusial. Karena jika penulis salah mengambil informasi atau sumber yang dijadikan rujukan tidak valid, akibatnya kualitas tulisannya menjadi tidak baik.

Pembaca juga akan menilai tulisan teks eksplanasi tersebut tidak informatif dan bisa jadi dicap sebagai sebuah tulisan yang hoax. Oleh sebab itu sebelum menulis teks eksplanasi, penulis diharapkan sangat berhati-hati dalam mencari informasi.

3. Membuat kerangka

Setelah kejadian atau fenomena ditentukan dan sudah memiliki sumber atau referensi yang valid, hal pertama yang dilakukan saat menulis teks eksplanasi adalah mulai menulis dengan membuat kerangka.

Saat membuat kerangka teks eksplanasi, tulisan yang ditulis harus terstruktur dan terpadu. Sehingga ketika ada ide yang terlalu melebar, maka dengan baik dapat mengendalikan karena kerangka karangannya sudah tersusun. Artinya, kerangka dibuat sebagai acuan struktur teks eksplanasi yang terdiri dari penjelasan umum, proses, dan penutup.

4. Mengembangkan teks

Setelah kerangka teks eksplanasi selesai disusun, kini penulis mampu mengembangkan kerangka tersebut menjadi teks utuh. Hal yang perlu dilakukan dalam proses mengembangkan teks adalah dengan menambah atau memperjelas informasi umum yang telah disusun.

Misalnya penulis bisa mulai mengembangkan teks eksplanasi dengan menambahkan peristiwa-peristiwa yang mirip dan sebagainya.

5. Merevisi atau mengedit tulisan

Setelah teks eksplanasi terbangun dan sudah menjadi satu kesatuan yang utuh, maka diperlukan untuk merevisi atau mengedit teks eksplanasi. Saat merevisi, penulis bisa memperhatikan tata bahasa, penggunaan diksi, atau memeriksa jika ada kesalahan penulisan di teks eksplanasi.

Saat merevisi atau mengedit, hal yang perlu diingat oleh penulis adalah untuk tidak mengubah terlalu jauh teks eksplanasi yang sudah dibuat sebelumnya. Hal ini agar penulis tidak mengubah ide pokok atau gagasan awal sehingga mengubah seluruh struktur teks eksplanasi mulai dari judul, objek, ide, dan lain sebagainya.

Hal yang Wajib Diperhatikan Saat Membuat Teks Eksplanasi

Agar susunan teks eksplanasi menjadi susunan yang logis dan sistematis, maka penulis harus memperhatikan beberapa aspek penting. Tak hanya agar logis dan sistematis, beberapa hal yang akan dijelaskan di bawah ini juga membantu pembaca lebih dapat memahami informasi atau maksud yang tertuang di teks eksplanasi.

Berikut ini, hal-hal yang wajib diperhatikan saat membuat teks eksplanasi.

1. Gagasan utama

Gagasan utama dalam teks eksplanasi merupakan pikiran utama yang dikembangkan menjadi sebuah paragraf. Kemudian pikiran yang sudah dikembangkan dalam topik menjadi sebuah paragraf pikiran utama yang berfungsi mengendalikan paragraf secara keseluruhan.

2. Kalimat utama

Sebuah paragraf yang baik, terutama pada teks eksplanasi harus mengandung satu pokok pikiran. Pokok pikiran tersebut nantinya dituangkan dalam satu kalimat. Selanjutnya, kalimat yang mengandung pokok pikiran paragraf disebut sebagai kalimat utama atau kalimat topik.

3. Kalimat penjelas

Menurut Wiyanto (2004:27) kalimat penjelas di dalam teks eksplanasi merupakan kalimat yang berisi pikiran penjelas dan diwujudkan dalam kalimat-kalimat yang isinya menjelaskan, merinci, membandingkan, atau memberi contoh secara khusus.

4. Unsur-unsur paragraf

Sebuah paragraf disebut baik ketika memiliki unsur-unsur pembangun paragraf. Adapun unsur-unsur pembangun paragraf di antaranya adalah:

a. Kesatuan dan koherensi

Koherensi artinya hubungan timbal balik yang serasi antar-unsur di dalam kalimat yang susunannya teratur dan rapi sehingga bisa diinterpretasikan.

b. Kepaduan bentuk atau kohesi

Kohesi dalam teks eksplanasi diartikan sebagai kepaduan bentuk yang secara struktural membentuk ikatan sintaktikal. kohesi juga merupakan kaitan semantis antara satu proposisi atau satu kalimat dengan proposisi lainnya di dalam wacana tersebut. Secara eksplisit, unsur-unsur gramatika dan semantik tersebut kemudian membentuk kalimat-kalimat yang menjadi wacana.

c. Kelengkapan Paragraf

Dalam suatu teks eksplanasi harus mengandung unsur kelengkapan berupa kalimat-kalimat penjelas yang mampu menunjang kejelasan kalimat topik atau kalimat utama. Sebaliknya, sebuah paragraf dianggap tidak lengkap apabila tidak dikembangkan atau diperluas dengan pengulangan.

d. Diksi

Salah satu unsur penting membentuk paragraf baik sebuah teks termasuk teks eksplanasi adalah unsur pembangun paragraf atau diksi. Diksi merupakan pemilihan kata dalam kalimat yang membentuk paragraf. 

Kemudian pilihan kata pada diksi kemudian dipakai untuk menyampaikan gagasan dan bagaimana membentuk pengelompokan kata menggunakan  ungkapan yang tepat atau gaya bahasa yang sesuai.

5. Ejaaan dan tanda baca

Dalam menulis teks eksplanasi, penulis juga harus memperhatikan penulisan ejaan dan tanda baca. Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran dan bagaimana antar-hubungan antara lambang-mabnag itu menjadi pemisah atau penggabungan dalam suatu bahasa.

Secara teknis, ejaan dan tanda baca yang dimaksud adalah ejaan penulisan huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca. Sementara tanda baca merupakan tanda yang dipakai dalam sistem ejaan.

Contoh Teks Eksplanasi

1. Teks Eksplanasi Fenomena Alam

GERHANA BULAN

Gerhana bulan merupakan fenomena alam di mana terjadinya sebagian atau keseluruhan penampang bulan yang tertutup oleh bayangan bumi. Peristiwa ini terjadi saat bumi berada di antara matahari dan bulan berada di satu garis lurus yang sama sehingga sinar matahari tidak bisa mencapai bulan karena terhalang oleh bumi.

Peristiwa gerhana bulan hingga saat ini masih dapat terlihat. Terlihatnya peristiwa gerhana bulan dikarenakan adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah.

Itulah mengapa saat terjadi gerhana bulan, bulan terlihat berwarna gelap, merah tembaga, jingga, atau cokelat gelap. Ketika bayangan bumi menutupi seluruh atau sebagian bulan, maka saat itulah terjadinya gerhana bulan.

Gerhana bulan terjadi terutama saat bumi menempati posisi di antara matahari dan bulan yang berada pada satu garis lurus yang sama. Kemudian posisi tersebut membuat sinar matahari tidak dapat mencapai bulan dan terhalangi oleh bumi.

2. Teks Eksplanasi Banjir

BANJIR

Banjir merupakan kejadian alam yang terjadi akibat aliran air yang berlebih dan memenuhi daratan. Umumnya, banjir terjadi secara mendadak karena aliran hujan yang sangat deras dan menyebabkan benda di sekitarnya hanyut.

Penyebab banjir bisa diakibatkan oleh beberapa hal. Tentu saja hal ini dipengaruhi bagaimana kondisi suatu wilayah tersebut. Umumnya, banjir memang terjadi karena curah hujan tinggi tetapi sungai tidak mampu menampung kapasitas air berlebih.

Selain curah hujan, penyebab lainnya hujan yakni banyaknya sampah yang menumpuk sehingga menyebabkan saluran air mampet dan akhirnya air meluap ke daratan. Penebangan liar yang menyebabkan tanah tidak mampu menyerap air juga jadi salah satu penyebabnya.

Bendungan yang jebol karena lingkungan yang kurang terawat juga bisa jadi penyebab banjir. Selain itu, meluapnya bendungan karena kapasitas air hujan melampaui muatan bendungan juga menyebabkan air tumpah ke daratan.

Dari penyebab terjadinya banjir di atas, ada berbagai dampak yang dirasakan masyarakat yang terkena banjir. Misalnya adanya kerusakan bangunan, memunculkan penyakit, kurangnya ketersediaan pangan, hingga kesulitan ekonomi.

Oleh sebab itu, pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan setempat, salah satunya membuang sampah pada tempatnya dan tidak menebang pohon sembarangan.

3. Teks Eksplanasi Gempa Bumi

GEMPA BUMI

Gempa bumi adalah salah satu jenis bencana alam yang kerap terjadi di bumi. Gempa bumi dapat terjadi kapan pun di berbagai belahan bumi. Pada dasarnya, semua permukaan di bumi berisiko terjadi gempa bumi. Tetapi ada beberapa titik yang memang memiliki intensitas lebih besar. Misalnya di Indonesia dan Jepang yang dilalui sirkum dan mediterania yang berisiko terjadinya gempa bumi.

Terjadinya gempa bumi disebabkan karena adanya pergeseran atau gerakan yang berada pada titik interior bumi yang disebut dengan gaya konveksi mantel. Pergeseran ini selanjutnya dirasakan sebagai guncangan atau disebut gempa tektonik.

Menurut para ahli, dari keseluruhan gempa yang terjadi di permukaan bumi, gempa tektonik memang sering terjadi, sedangkan gempa vulkanik hanya terjadi mencapai prosentase 7% di keseluruhan gempa yang terjadi.

Berbeda dengan gempa tektonik, gempa vulkanik terjadi karena adanya pergerakan material yang berada pada saluran fluida atau yang biasanya terjadi beberapa saat sebelum gunung meletus.

Jenis gempa selanjutnya yakni gempa tumbukan. Gempa tumbukan adalah gempa yang terjadi karena adanya benda angkasa yang jatuh ke bumi. Saat jatuh, benda angkasa tersebut memiliki kecepatan luar biasa sehingga menimbulkan guncangan. Ada pula gempa buatan yang biasanya difungsikan untuk kepentingan tertentu.

Baca contoh Teks Eksplanasi lainnya di: Contoh Teks Eksplanasi

Semoga penjelasan pengertian teks eksplanasi, ciri-ciri, kaidah kebahasaan dan contohnya menjadi manfaat dan mudah dipahami ya.

Artikel Terkait Lainnya:

Rekomendasi Buku Menulis